jpnn.com - JAKARTA - Yayasan Mitra Netra resmi menerbitkan Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia sebagai langkah strategis dalam mewujudkan ekosistem ketenagakerjaan inklusif bagi penyandang tunanetra.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 mencatat terdapat lebih dari 17,8 juta penyandang disabilitas di Indonesia, tetapi tingkat partisipasi kerja mereka baru menyentuh angka 23,94 persen.
Kesenjangan ini terlihat semakin nyata bagi penyandang tunanetra, di mana merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), hanya sekitar satu persen dari 4,2 juta penyandang disabilitas sensorik netra yang berhasil masuk ke sektor formal.
Direktori Pekerjaan pun dibentuk Tunanetra Indonesia sebagai referensi strategis bagi masyarakat, pemangku kebijakan, dan penyedia lapangan kerja.
Tujuannya, membantu membangun ekosistem kerja yang ramah disabilitas dan menyelaraskan potensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri modern.
“Besarnya peluang kontribusi talenta tunanetra perlu dioptimalkan, khususnya di sektor formal. Pencapaian visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada partisipasi produktif seluruh warga negara," kata Kepala Bagian Tenaga Kerja Mitra Netra, Aria Indrawati di Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Rendahnya penyerapan tenaga kerja tunanetra sering kali disebabkan oleh ketidakpahaman penyedia lapangan kerja mengenai metode bekerja karyawan tunanetra.
Untuk itu, direktori ini menekankan pentingnya aksesibilitas digital dan fisik, seperti penggunaan perangkat lunak Non Visual Desktop Access (NVDA).










































