Menuju PBNU yang Membumi & Berwibawa

1 month ago 73

Oleh: KH Abdussalam Shohib

Menuju PBNU yang Membumi & Berwibawa

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

KH Abdussalam Shohib a.k.a Gus Salam. Foto: source for JPNN

jpnn.com - TAJUK pikiran saya itu bukan angan-angan pribadi, tetapi ringkasan pendapat dan harapan dari diskusi dalam silaturahmi bersama PCNU-PCNU se-Jawa Tengah, di tiga titik pertemuan dari enam karesidenan.

Nahdlatul Ulama tidak pernah kekurangan orang alim sebagai penggerak alami. Hanya lemah cara merawat orang alim agar tetap tersambung dengan umat.

NU juga tidak pernah kekurangan amal usaha. Hanya lemah dalam cara mengelola amal itu agar berkah (menambah kebaikan) dan berjangka panjang.

Kelemahan demikian hanya perlu menguatkan koordinasi semua level sebagai organisasi berbasis koordinasi, bukan instruksi. Karena, struktur NU yang mapan hingga tingkat dusun atau basis masjid-musala perlu fungsional dengan pola desentralisasi, bukan komando ala militer yang tidak imbang secara relasi. Pemaksaan pada organ sipil keguyuban, bisa mengakibatkan kontraksi organisasi.

NU melalui Muktamar ke-35 nanti, perlu lima ikhtiar yang dipedomani bersama agar jam’iyyah Nahdlatul Ulama tetap kokoh di akarnya, nyaman di bawah rerindangan ranting, dan terasa teduh untuk menaungi semua.

Merawat Persaudaraan Dan Menghidupkan Ruh Perjuangan Pesantren

NU lahir dari dan oleh ulama pesantren. Jiwa jam’iyyah mencerminkan jiwa atau ruh pesantren yang dibangun dari tiga spirit, yakni spirit pesantren, jihad dan khidmah. Sejalan dengan itu ada lima wasiat dari Alm. KH Ali Ma’shum, Krapyak Yogyakarta, Rais Aam PBNU 1981-1984 dalam membangun karakter berjam’iyyah.

Yakni; al-ilm wa al-ta’allum bi nahdlatil ulama (ideologisasi berjam’iyyah NU), al-‘amal bi nahdlatil ulama (membangun usaha), al-jihadu bi nahdlatil ulama (kesungguhan dalam usaha), al-sobru bi nahdlatil ulama (sabar dalam profesionalitas) dan ats-tsiqotu bi nahdlatil ulama (percaya-yakin terhadap usaha didalam NU).

NU didirikan bukan untuk menjadi menara gading. Justru NU didirikan untuk menjadi tenda besar; tempat berteduh siapa saja yang lelah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |