jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, meminta pasukan Kostrad terus memperkuat kemampuan tempur sebagai ujung tombak pertahanan darat nasional.
Sebagai pasukan strategis, Kostrad memegang peran krusial dalam tugas pengamanan maupun penyerangan.
Hal itu ditegaskan Djamari saat mengunjungi Divisi Infanteri 2 Kostrad di Markas Brigif 18/Trisula, Malang, Jawa Timur.
"Kostrad adalah pasukan strategis yang digerakkan saat negara berada dalam kondisi genting. Pasukan elite dibentuk dan dilatih setiap hari, bukan saat menjelang adanya operasi. Tidak ada toleransi untuk kelalaian sekecil apa pun,” kata Djamari seperti yang tertulis dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Selasa
Dalam arahannya, Djamari menekankan bahwa Kostrad merupakan pasukan pemukul strategis yang digerakkan saat negara menghadapi situasi kritis.
Karena itu, dia meminta Brigif 18/Trisula sebagai bagian dari kekuatan inti Kostrad untuk selalu siap tempur, bergerak cepat, dan memiliki daya gempur tinggi.
Djamari juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang kompeten, berkarakter, yang harus dimiliki para perwira di jajaran Kostrad.
Seorang pemimpin, kata dia, harus memahami kemampuan bawahannya dan terus mendorong peningkatan kapasitas satuan.











































