jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa isu lingkungan bukan lagi sekadar pilihan dalam perumusan kebijakan.
Menurutnya, keberlanjutan lingkungan hidup keharusan dalam setiap agenda pembangunan nasional.
“Keberlanjutan lingkungan hidup bukan pilihan. Ini adalah keharusan sekaligus tanggung jawab moral kita untuk memastikan bahwa pembangunan hari ini tidak menciptakan persoalan baru bagi generasi yang akan datang,” ujar AHY dalam forum Lestari Award yang digelar di Jakarta, Rabu (22/7).
AHY mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Dunia usaha memiliki kekuatan modal, inovasi, teknologi, serta jaringan usaha yang dapat mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau.
Sementara itu, media berperan penting dalam membangun kesadaran masyarakat, mengawasi kebijakan, mendorong partisipasi publik, serta mempromosikan inovasi dan praktik terbaik.
“Pemerintah dapat menetapkan arah dan kebijakan, tetapi keberhasilan transformasi sangat ditentukan oleh kolaborasi. Dunia usaha harus menghadirkan investasi dan inovasi yang bertanggung jawab, sedangkan media harus terus menjadi kekuatan edukasi, pengawasan, dan pembentuk kesadaran publik,” kata AHY.
Ia menambahkan bahwa prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) perlu menjadi bagian dari pengambilan keputusan bisnis dan pembangunan infrastruktur.










































