jateng.jpnn.com, SEMARANG - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, aktivitas produksi barongsai tampak meningkat di sebuah rumah di Jalan Hiri III Nomor 6, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Di dalam bengkel sederhana itu, rangka-rangka rotan menumpuk, kepala barongsai berjajar dalam kondisi setengah jadi, sementara aroma cat bercampur lem memenuhi ruangan. Kesibukan ini menandai meningkatnya permintaan barongsai menjelang Imlek 2026.
Pemilik bengkel, Candra Wiro Utomo mengungkapkan bahwa pola pesanan tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, banyak pesanan yang baru masuk pada Januari sehingga waktu pengerjaan menjadi lebih sempit.
“Agak kacau. Biasanya pesanan masuk dua sampai tiga bulan sebelumnya. Ini banyak yang baru pesan Januari, jadi mepet semua,” ujar Candra saat ditemui di rumah produksinya, Senin (26/1).
Lonjakan pesanan secara mendadak membuat bengkel barongsai yang telah bertahan empat generasi itu sempat kewalahan. Sejumlah bahan baku bahkan sempat menipis karena pasokan tidak sebanding dengan kebutuhan produksi.
Padahal, pelanggan Candra berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain Jawa juga Sumatra, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Untuk satu set barongsai, dia mematok sekitar Rp 6,5 juta, sudah termasuk kepala, badan, dua celana, dan dua sepatu.
Meski permintaan meningkat, Candra memilih tidak menaikkan harga dibandingkan tahun lalu. Dia menilai kondisi pasar masih cenderung stagnan.


















.jpeg)






















