jpnn.com, JAKARTA - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat virus influenza kembali menjadi perhatian. Salah satu varian yang saat ini perlu diwaspadai adalah influenza A subtipe H3N2, yang kerap disebut sebagai super flu.
Istilah super flu ini muncul karena kemampuannya menular dengan sangat cepat, terutama di lingkungan yang bersuhu dingin.
Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Nastiti Kaswandani mengatakan, infeksi ini menyebar melalui percikan ludah (droplet) atau kontak langsung dengan cairan pernapasan, dengan tingkat keparahan gejala mulai dari ringan hingga fatal.
“Nah masalahnya mungkin salah satu jadi penyebab istilah superflu’ ini karena penularannya cepat, jadi satu orang itu bisa menulari 2-3 orang sekitarnya," ujar Nastiti Kaswandani dikutip Senin (5/1).
Lantas, apa itu superflu?
Superflu merujuk pada varian baru subclade K dari virus influenza musiman A (H3N2) yang telah ada selama puluhan tahun.
Varian yang pertama kali diidentifikasi pada Juni ini, menarik perhatian para ilmuwan karena penyebarannya yang sangat pesat di belahan bumi selatan dan utara.
Berdasarkan hasil genome sequencing, tercatat sekitar 200 kasus yang memicu lonjakan infeksi selama musim dingin (Oktober hingga awal tahun).















































