Membasuh Wajah Peradaban: Menggugat Akar Pendidikan di Bawah Panji Pancasila dan Ajaran Bung Karno

2 hours ago 17

Refleksi Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026

Oleh: Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH.- Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan

 Menggugat Akar Pendidikan di Bawah Panji Pancasila dan Ajaran Bung Karno

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Oleh: Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan

jpnn.com - Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni rutin untuk mengenang kelahiran Sang Maestro, Ki Hadjar Dewantara.

Ia adalah momentum sakral untuk membasuh wajah peradaban bangsa yang lahir dari rahim perjuangan.

Secara historis, pendidikan adalah senjata paling mematikan dalam memutus rantai kolonialisme.

Bung Karno, Sang Putra Fajar, dalam orasinya yang menggelegar selalu menegaskan pentingnya Nation and Character Building.

Beliau memandang pendidikan bukan sekadar transfer informasi, melainkan proses "memanusiakan manusia" agar memiliki
mentalitas merdeka, bukan mentalitas inlander.

Secara filosofis, napas pendidikan kita adalah napas Pancasila. Di setiap butirnya, tersirat mandat bahwa kecerdasan bangsa adalah prasyarat mutlak
menuju keadilan sosial.

Nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Persatuan harus menjadi ruh dalam kurikulum, sehingga sekolah bukan hanya mencetak robot industri, melainkan insan kamil yang berkarakter luhur.

Ajaran Bung Karno tentang "Trisakti", berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan seharusnya
menjadi kompas utama bagi sistem pendidikan kita.

Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni rutin untuk mengenang kelahiran Sang Maestro, Ki Hadjar Dewantara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |