jateng.jpnn.com, SEMARANG - Masyarakat mengantre untuk mendapatkan beras merek dagang Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Pasar Simongan Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/1).
Sambil menunggu Zulhas datang, mereka yang mayoritas pedagang dan pembeli itu membuat barisan ke belakang nyaris 20 meter. Tumpukan beras SPHP tertata rapi di depan mereka.
Tiba saatnya, setelah Zulhas mengecek harga dan ketersediaan kebutuhan pokok itu menghampiri masyarakat. Satu per satu, mereka mendapat beras merek dagang SPHP kemasan 5 kilogram secara gratis.
Namun, belum habis antrean, beras produksi Bulog itu habis. Sebagai gantinya, pengantre mendapatkan minyak goreng kemasan 1 liter.
“Alhamdulillah dapat beras. Lumayan, uangnya bisa buat beli kebutuhan lainnya,” ujar Marti (40), seorang pembeli di Pasar Simongan.
Marti biasa membeli beras merek SPHP dengan harga Rp 62.500 per 5 kilogram. Beras itu habis dalam waktu sekitar sepekan.
“Saya sudah biasa pakai (beras, red) SPHP. Yang penting beras bisa untuk makan dan bikin kenyang. Kalau (beras, red) yang lain itu mahal,” ujar ibu anak tiga itu.
Dalam sebulan terakhir, Marti merasa naiknya kebutuhan pokok. Itu membuat dirinya sebagai ibu rumah tangga mengatur keuangan agar tetap bisa makan dengan uang pas-passan.












































