jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah mencatat realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi hingga Agustus 2026 telah mencapai Rp 331,4 triliun atau 74,2 persen dari pagu APBN.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pembayaran kompensasi dan subsidi kepada PT PLN serta PT Pertamina kini dijalankan secara bulanan.
Penyaluran bulanan ini dimaksudkan agar PLN dan Pertamina memiliki keleluasaan arus kas dalam menyediakan barang bersubsidi.
Realisasi hingga Agustus tahun ini melampaui capaian periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 218 triliun atau 52,1 persen lebih tinggi secara tahunan.
"Rp 100 triliun lebih, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," kata Suahasil dalam konferensi pers APBNKiTa, Jumat (18/9).
Peningkatan penggunaan barang bersubsidi terkonfirmasi mendongkrak pergerakan ekonomi masyarakat secara riil.
Volume konsumsi BBM naik 8,8 persen menjadi 11.578,7 ribu kiloliter dari 10.639,8 ribu kiloliter pada tahun lalu.
Volume LPG 3 kg naik 2,6 persen menjadi 5.044,9 juta kilogram dari 4.917,8 juta kilogram.

















































