jpnn.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris meminta anggaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikembalikan demi kepentingan tugas dan fungsi BPOM.
Masalah ini disampaikan Charles dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pembahasan anggaran 2027 dengan Kepala BPOM Taruna Ikrar dan Kepala BGN Sudaryono, di Kompleks Parlemen, Kamis (17/9/2026), serta diunggah Charles melalui akunnya di media sosial.
Bahan paparan kepala BPOMdi Komisi X DPR. Foto: tangkapan layar.
Charles dalam forum itu menyampaikan keprihatinan melihat anggaran BPOM dari yang pernah Rp 4 triliun, pada 2027 cuma diberikan alokasi Rp 1,9 triliun saja. Itu pun termasuk untuk pengawasan program MBG.
"Dan, yang paling, menurut saya, tidak bisa diterima akal sehat adalah anggaran untuk menjalankan tugas dan fungsi BPOM itu hanya Rp 115 miliar atau 5,93 persen," ungkap Charles.
Legislator PDI Perjuangan itu lantas membandingkan dengan tahun ini yang anggarannya masih diberikan Rp 371 miliar, terjadi banyak sekali peredaran obat-obatan yang tidak memiliki izin edar.
"Masih banyak, bapak ibu. Pangan yang tidak aman, kosmetik yang tidak aman, masih beredar di mana-mana, pak," ujarnya.
Dia lantas mempertanyakan apakah sudah lupa dengan kasus gagal ginjal akut pada anak-anak tahun 2022, bahkan para korban juga datang ke DPR.

















































