bali.jpnn.com, GIANYAR - Membangun literasi keuangan sejak dini menjadi kunci penting dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh di era digital.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, tingkat literasi keuangan pelajar Indonesia baru mencapai 61,76 persen, masih berada di bawah rata-rata nasional sebesar 66,46 persen.
Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) meluncurkan program edukasi MELAIB (Melek Literasi dan Aksi Finansial Bersama).
Program ini dirancang untuk menjangkau 2.000 siswa dan 80 guru di 40 sekolah dengan perincian 35 SD, 4 SMP, dan 1 SMA di Kabupaten Gianyar, Bali.
Melalui penyediaan modul interaktif, pelatihan guru, dan pendampingan hingga Agustus 2026, MELAIB membekali siswa pemahaman mendasar.
Mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola anggaran, menabung, hingga mewaspadai risiko finansial di era digital.
Contohnya seperti love scam, belanja impulsif, dan penipuan daring.
Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, menegaskan bahwa keberadaan program ini adalah bukti nyata komitmen Maybank Marathon dalam memberikan dampak sosial bagi masyarakat Bali di luar lintasan lari.








































