jpnn.com, JAKARTA - Konstituen Partai Gerindra, Golkar, hingga PKB rupanya lebih banyak yang menolak dibandingkan menyetujui wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD.
Hal demikian tertuang dalam temuan LSI Denny JA pada 10-19 Oktober 2025 berjudul Mayoritas Publik Menolak Pilkada Oleh DPRD.
Awalnya, LSI Denny JA mengungkap sebanyak 66,1 persen total responden menolak wacana pilkada melalui DPRD.
LSI Denny JA kemudian mendata sikap konstituen partai terhadap wacana pilkada melalui DPRD.
Data lembaga tersebut menyatakan sebanyak 74,5 persen konstituen Gerindra menolak pilkada dikembalikan ke DPRD.
"Gerindra, itu ternyata secara mayoritas, angkanya tinggi, 74,5 persen menyatakan kurang setuju atau tidak setuju sama sekali," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa dalam konferensi pers yang disiarkan daring, Rabu (7/1).
Sikap konstituen Gerindra selaras dengan pemilih PKB dan Golkar. Mayoritas mereka menolak pilkada melalui DPRD dengan angka masing-masing 67,5 serta 58,3 persen.
Ardian menyatakan jumlah konstituen Golkar yang menolak mencapai 58,3 persen menjadi menarik ketika partai berkelir kuning itu menjadi motor ide pilkada oleh DPRD.















































