jpnn.com, JAKARTA - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza angkat bicara soal rumor nasibnya seusai gagal membawa Macan Kemayoran menjadi juara Super League 2025/2026.
Meski berhasil menutup laga tandang dengan kemenangan dramatis 3-1 atas Persik Kediri, Mauricio belum berani memastikan apakah dirinya masih akan bertahan di kursi pelatih musim depan.
Sorotan tajam mengarah kepadanya setelah Persija dipastikan hanya finis di posisi ketiga klasemen. Padahal sejak awal musim, pelatih asal Brasil itu dibebani target tinggi untuk mengakhiri puasa gelar tim ibu kota.
Dalam pertandingan di Stadion Brawijaya, Sabtu (16/5/2026), Persija sempat dibuat tertekan setelah Jose Enrique Rodriguez membawa Persik unggul lebih dulu. Namun Persija menunjukkan kebangkitan cepat lewat gol Rayhan Hannan dan dua gol Gustavo Almeida yang membalikkan keadaan hanya dalam dua menit.
Kemenangan itu menjadi pelipur lara bagi Persija, tetapi tidak cukup menyelamatkan musim mereka yang berakhir tanpa trofi.
Dari 33 pertandingan, Mauricio mencatatkan 21 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Namun catatan itu dianggap belum memuaskan karena gagal membawa Persija ke tangga juara, termasuk dua kali kalah dari rival panas, Persib Bandung.
Di tengah derasnya spekulasi, Mauricio memilih irit bicara soal masa depannya. Ia menegaskan keputusan bertahan atau pergi masih menunggu pembicaraan dengan manajemen klub.
"Saya baru bisa menjawab setelah berdiskusi dengan direksi dan memutuskan apakah akan tetap bersama klub ini atau tidak," kata Mauricio Souza.














.jpeg)


























