Makin Brutal, Iran Ancam Ubah Laut Oman Jadi Kuburan Kapal

1 month ago 76

Makin Brutal, Iran Ancam Ubah Laut Oman Jadi Kuburan Kapal

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. (ANTARA/Anadolu/py.)

jpnn.com, TEHERAN - Iran mengancam akan melawan Amerika Serikat atas blokade angkatan lautnya, dengan memperingatkan bahwa Laut Oman dapat berubah menjadi "kuburan" bagi kapal-kapal AS jika ketegangan terus meningkat.

"Saran saya kepada AS adalah mundurlah sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda. Jika tidak, maka yang kami pahami adalah bahwa blokade laut merupakan tindakan perang dan meresponsnya adalah hak alami kami," kata Anggota Dewan Kemaslahatan Iran, Mayjen Mohsen Rezaei, dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Minggu (17/5).

Rezaei menambahkan pertahanan Iran tidak boleh diartikan sebagai sikap menerima terhadap tekanan atau ancaman.

"Jika kami telah bersabar hingga sekarang, maka itu bukan berarti kami menerimanya," ucapnya.

Dia juga mempertanyakan alasan di balik masih adanya militer AS di kawasan Teluk. Menurut Rezaei, Washington tidak lagi memiliki pembenaran seperti yang dulu digunakan untuk mempertahankan perannya di kawasan tersebut.

"Amerika datang ke sini dan membawa kapal-kapal perangnya. Siapa musuh mereka? Dulu mereka mengatakan datang untuk menghadapi Uni Soviet. Uni Soviet sudah tidak ada lagi," katanya.

Rezaei mengatakan Selat Hormuz selama ini tetap terbuka untuk perdagangan. Dia menegaskan yang ditolak adalah kampanye militer asing dan bukan lalu lintas komersial di jalur perairan tersebut.

"Selat Hormuz terbuka untuk perdagangan, tetapi akan ditutup bagi penumpukan militer dan segala upaya yang mengganggu keamanan," tegasnya.

Ketegangan regional meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |