jpnn.com - Ada satu pertanyaan sederhana yang dihadapi banyak lulusan perguruan tinggi.
Pertanyaan dimaksud adalah: setelah bertahun-tahun menempuh pendidikan, apakah tersedia jalan yang cukup jelas menuju pekerjaan yang layak?
Pertanyaan ini sesungguhnya menyentuh persoalan penting dalam pembangunan ekonomi.
Pendidikan menghasilkan manusia terdidik, tetapi tidak otomatis menghasilkan tenaga kerja yang siap memasuki dunia kerja.
Di antara ruang kelas dan tempat kerja terdapat fase transisi yang sering kali penuh ketidakpastian.
Di sinilah Program Magang Nasional menjadi relevan.
Program Magang Nasional tidak semestinya dipahami sekadar sebagai kebijakan untuk mengurangi waktu tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan.
Program ini dapat menjadi instrumen untuk mempercepat transisi dari pendidikan menuju pekerjaan produktif, mengurangi skill mismatch dan labour market friction, serta membangun human capital yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.






.jpeg)








































