jpnn.com, BANDUNG - Lyra, band alternatif rock/shoegaze asal Bandung resmi memperkenalkan diri ke kancah musik Indonesia.
Dibentuk pada Maret 2025, Lyra lahir dengan latar belakang keresahan mimpi dan kecemasan emosional.
Adapun Lyra beranggotakan Abizair Abrar (vokal/bass), Fadhilla Maulana (gitar), dan Jauzaa Fachrie (drum).
Pada 2026 ini, Lyra mengawali perjalanan dengan merilis debut maxi single yang bertitel Bleed / Trace.
Lyra dari segi musik banyak dipengaruhi oleh band-band seperti Slow crush, Faetooth, King Woman, dan Holy Fawn.
Lewat rilisan perdana, Lyra langsung menampilkan karakter sound yang tebal, atmosferik, dan ambient, dengan lapisan gitar berat dan ruang suara yang luas untuk membangun nuansa emosional yang intens.
Maxi single Bleed / Trace menjadi perkenalan identitas Lyra gelap, padat, dan tenggelam dalam tekanan serta kecemasan yang terasa konstan.
Adapun Bleed / Trace bercerita tentang kondisi ketika harapan dan rasa sakit saling bercampur sampai sulit dipisahkan, lalu meninggalkan jejak yang terus terbawa setelahnya.


















.jpeg)
























