jpnn.com - SEMARANG – Banyak lulusan perguruan tinggi jurusan keguruan yang hanya menjadi guru honorer dan PPPK Paruh Waktu.
Di sisi lain, kata dia, saat ini masih banyak guru honorer yang belum diangkat menjadi ASN Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PPPK penuh waktu.
Ketua PGRI Jawa Tengah Muhdi mengatakan, fakta tersebut akan memengaruhi minat lulusan SLTA sederajat untuk mendaftar kuliah di juruan keguruan.
Padahal, lanjutnya, kebutuhan guru masih besar.
"Pasar akan membaca, kalau cuma jadi (PPPK) paruh waktu, honorer, enggak mau. Inilah yang menjadi problem. Saat kebijakan pemerintah berubah, saya kira akan ter-drive oleh itu," kata Muhdi saat menghadiri pelantikan Sapto Budoyo sebagai Rektor Universitas PGRI Semarang (Upgris) di Semarang, Sabtu (30/5).
Lebih lanjut, Muhdi yang juga Pembina Upgris Muhdi mengakui PTS memang selalu mengikuti pasar, dalam arti kebutuhan dunia kerja yang sedemikian dinamis.
"Pasar itu, kan selalu mengikuti ya, atau katakanlah kita itu selalu, bahasa saya, di-drive oleh pasar (kebutuhan dunia kerja) gitulah. Sadar atau tidak," katanya.
Ia mencontohkan ketika pasar kerja untuk guru sedang "booming" maka masyarakat akan berbondong-bondong menguliahkan anaknya ke lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).
















.jpeg)



















