jpnn.com - JAKARTA - Gairah sepak bola putri di Indonesia akan kembali bergerak setelah PSSI bersama I League bakal menggulirkan kompetisi bertajuk Indonesia Women's League 2026/27.
Ketum PSSI Erick Thohir menyebut bahwa adanya kompetisi untuk sepak bola putri merupakan upayanya untuk tidak membuat Srikandi Merah Putih menjadi anak tiri.
“Kami tidak pernah membuat sepak bola wanita nomor dua. Kami terus membangun Timnas Putri Indonesia secara kontinu, kami membangun grassroots yang akhirnya membuat liga ini bisa mulai berjalan,” ujar Erick.
Mantan Presiden Inter Milan itu berharap ke depannya Liga Putri Indonesia bisa konsisten baik tim yang ikut maupun ada tambahan peserta.
“PSSI berharap dengan pemikiran yang sangat dalam, jangan sampai liga ini hanya dilahirkan untuk pencitraan yang akhirnya berhenti di tengah jalan,” kata pria kelahiran 30 Mei 1970 itu.
Rencananya Liga Putri akan bergulir mulai 17 Oktober hingga Januari mendatang.
Nantinya format kompetisi untuk musim perdana menggunakan sistem triple round-robin secara terpusat di Jakarta.
Masing-masing klub-klub nantinya akan bermain minimal 15 kali untuk satu musimnya dengan konsep sports festival.










.jpeg)





























