jpnn.com, JAKARTA - Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, melihat kinerja PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) pada awal tahun ini merupakan cerminan dari eksekusi strategi yang matang dalam mengelola portofolio aset.
Dia menilai APLN telah mengambil langkah tepat melalui strategi optimalisasi aset yang secara konsisten dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.
Dari rilis kinerja keuangan Kuartal I-2026 APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha mencapai Rp 2,9 triliun.
Angka ini melonjak hingga 232 persen dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 874,5 miliar.
Pertumbuhan pendapatan yang signifikan tersebut juga berhasil membalikkan posisi keuangan perseroan dari rugi bersih sebesar Rp 55,6 miliar pada Kuartal I-2025 menjadi laba bersih periode berjalan sebesar Rp 513,8 miliar pada periode sama pada tahun ini.
Kesuksesan APLN mengoptimalkan aset-aset matang dengan nilai tinggi menjadi kunci perbaikan fundamental perusahaan secara terus menerus.
Sejak 2017, APLN melepas portofolio propertinya untuk membiayai proyek-proyek baru dengan nilai tinggi dan memangkas utang dalam mata uang asing, khususnya dollar Amerika Serikat.
Beberapa aset yang didivestasi di antaranya adalah Central Park Mall, Neo Soho Mall, Pullman Ciawi Vimala Hills, hingga terbaru Deli Park Mall Medan.










































