Lahan Kritis Akibat Alih Fungsi & Penebangan Liar di Jawa Tengah Capai 317 Hektare

1 day ago 19

Rabu, 07 Januari 2026 – 19:17 WIB

Lahan Kritis Akibat Alih Fungsi & Penebangan Liar di Jawa Tengah Capai 317 Hektare - JPNN.com Jateng

Ilustrasi lahan kritis di Jawa Tengah. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Hingga kini, masih terdapat 317 ribuan hektare lahan kritis di Jawa Tengah. Jumlah tersebut telah berkurang 70 ribuan hektare dari kurun waktu 2021 hingga 2024.

“Lahan kritis sudah turun 70 ribu hektare dari 2021 sampai 2024, dari semula 392 ribu hektare menjadi 317.629 hektare,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Widi Hartanto saat ditemui di Kantor DPRD Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (6/1).

Widi menjelaskan lahan kritis merupakan lahan yang telah atau sedang mengalami kerusakan, baik secara fisik, kimia, maupun biologi. Kondisi tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya alih fungsi lahan dan penebangan liar.

“Tutupan lahannya berkurang, adanya alih fungsi lahan, misalnya dari tanaman keras menjadi tanaman lain. Ada juga penebangan liar,” ujarnya.

Untuk menekan laju kerusakan, pihaknya menyebut terus berupaya merehabilitasi dan mereboisasi. Sepanjang 2025, lahan kritis yang telah direhabilitasi mencapai 2.880 hektare.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bibit tanaman kepada masyarakat di wilayah-wilayah yang masuk kategori kritis. Upaya tersebut berhasil merehabilitasi hutan rakyat seluas 1.451 hektare serta penghijauan lingkungan seluas 174 hektare.

Tak hanya di daratan, rehabilitasi juga dilakukan di wilayah pesisir.

“Sebanyak 2,3 juta mangrove telah ditanam di pesisir Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa Tengah tahun lalu, dengan total luasan mencapai 355 hektare,” kata Widi. (ink/jpnn)

Alih fungsi & penebangan liar menyebabkan lahan kritis di Jawa Tengah mencapai 317 hektare.

Redaktur : Danang Diska Atmaja
Reporter : Wisnu Indra Kusuma

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |