jpnn.com, JAKARTA - Afifuddin Suhaeli Kalla (Afi Kalla) mengatakan bahwa industri pengolahan harus menjadi tulang punggung utama untuk mencapai target pertumbuhan delapan persen.
Hal itu diungkapkan Afi Kalla saat Debat Kandidat Pertama Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI telah dilaksanakan pada hari Sabtu, di BW Luxury Hotel Jambi, pada (9/5).
“Selama ini kita hanya melihat industri besar saja. Seharusnya melihat industri yang dimulai dari dapur hingga garasi kecil. Karena, itu bagian dari rantai pengolahan nasional,” ungkap Afi.
Oleh karena itu, kata Afi, visi ini diterjemahkan melalui program unggulan Jadi Mandiri.
Program itu berfokus pada pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai pintu masuk realistis bagi pengusaha muda ke ekosistem industri.
Melalui pengembangan IKM di seluruh provinsi, para pengusaha muda dapat masuk ke ekosistem industri dan memaksimalkan potensi keunikan Sumber Daya yang dimiliki oleh setiap daerah.
“Masing-masing provinsi di Indonesia memiliki keunikan tersendiri, resource tersendiri terhadap apa yang bisa dijadikan nilai tambah di daerah mereka masing-masing,” jela dia.
Selain itu, penciptaan ekosistem IKM di daerah adalah solusi nyata untuk mengatasi ketimpangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa.











































