bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) agar menggunakan data BPS Bali sebagai dasar perumusan program dan kebijakan pembangunan.
Instruksi tersebut dikeluarkan Koster seusai menerima audiensi Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur, Denpasar, Jumat (6/2) lalu.
Koster menegaskan bahwa data statistik yang akurat harus menjadi rujukan utama dalam pelaksanaan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
“Data dari BPS ini sangat penting.
Ini menjadi rujukan utama kami dalam merancang program pembangunan Bali agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan krama Bali,” kata Gubernur Koster.
“Cari rumah tangga miskin yang masih tersisa ini, petakan secara detail.
Kepala dinas sosial, PMD, dan perangkat daerah lain harus keroyokan. Targetnya jelas, kemiskinan harus terus turun dan menuju nol di Bali,” imbuhnya.
Berdasar data BPS, tingkat kemiskinan di Bali pada September 2025 tercatat 3,42 persen, terendah sejak penghitungan kemiskinan pada 1996.





















.jpeg)
















