jpnn.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (28/1), dibuka di zona merah pada level 8.393,51 atau melemah lebih dari 6%.
Aktivitas perdagangan hingga pukul 10.45 WIB terpantau sangat aktif, dengan total volume transaksi mencapai 336,4 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp23,4 triliun.
Mencermati pergerakan IHSG dan sentimen yang memengaruhinya, para analis mengimbau investor agar tidak panik dan justru memanfaatkan kondisi ini sebagai peluang.
Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, memandang situasi ini dapat dilihat sebagai momentum perbaikan, bukan semata-mata sebagai ancaman.
“Pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang kuat, jumlah investor domestik yang terus bertumbuh, fundamental ekonomi yang relatif solid, serta emiten dengan kualitas bisnis yang kompetitif secara regional,” terangnya.
Di samping itu, dia menekankan tantangan ke depan adalah memastikan infrastruktur regulasi, transparansi data, dan konsistensi kebijakan mampu mengimbangi kemajuan tersebut.
Menurut David, koreksi IHSG hari ini sebaiknya dipahami sebagai refleksi dari proses penyesuaian pasar terhadap informasi baru.
Lebih jauh, situasi ini juga memberikan kesempatan bagi pasar modal Indonesia untuk melakukan penguatan struktural yang berpotensi memberikan dampak positif dalam jangka panjang.





















.jpeg)






















