jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mochammad Choirul Anam mengusulkan agar Polri menggunakan teknik cell dump untuk mengungkap kasus teror yang menimpa beberapa aktivis dan pemengaruh (influencer).
“Pasti ada rekam jejak nomor digital di seputar itu sehingga bisa di-cell dump sehingga kita bisa tahu orang itu siapa, alamatnya di mana," kata dia, Senin (5/1).
Ia menambahkan bahwa polisi juga perlu mendalami rekaman CCTV agar pelaku dapat segera teridentifikasi. “Kalau kena CCTV, dia bisa kelihatan wajahnya, bisa dicek NIK-nya,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin.
Mantan Komisioner Komnas HAM itu juga menekankan bahwa berekspresi merupakan hak asasi setiap warga negara. Ia meminta agar pihak yang tidak sependapat membalasnya dengan ekspresi juga, agar ruang publik tetap sehat.
Usulan ini disampaikan menyusul laporan teror yang dialami influencer Ramon Dony Adam atau DJ Donny. DJ Donny melaporkan dua kali teror di rumahnya, yakni pengiriman bangkai ayam pada Senin (29/12) dan pelemparan molotov yang terekam CCTV pada Rabu (31/12) dini hari.
“Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV terekam orang melempar molotov ke rumah saya,” kata Donny saat melaporkan ke Polda Metro Jaya.
Ia mengaku juga sering menerima ancaman via telepon dan media sosial, namun menyerahkan penyelidikan dalang dan pelaku sepenuhnya kepada pihak berwajib. Polda Metro Jaya telah menyatakan akan menyelidiki kasus tersebut. (antara/jpnn)















































