jpnn.com - PEKANBARU - Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Polda Riau, meringkus komplotan jambret yang dikenal nekat dan berulang kali menyasar pengendara sepeda motor, terutama perempuan.
Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan tiga tersangka yang diduga kuat terlibat dalam serangkaian aksi penjambretan di sejumlah titik rawan Kota Pekanbaru.
Para pelaku diduga kerap mengincar perhiasan emas dan telepon genggam milik korban dengan cara memepet kendaraan lalu menarik paksa barang berharga di jalan. Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari korban bernama Heratna Dewi.
Peristiwa yang menimpa korban terjadi pada Selasa (13/1/) sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Sisingamangaraja, kawasan Kota Tinggi, Pekanbaru.
Saat itu, korban tengah mengendarai sepeda motor di ruas jalan antara kawasan Soto Boyolali hingga sekitar Kantor Wakil Gubernur Riau. Tiba-tiba, salah satu pelaku mendekat dari samping dan secara paksa menarik kalung emas yang dikenakan korban.
Akibat aksi tersebut, korban kehilangan kalung beserta liontin dengan berat total sekitar 12,5 gram. Lalu, korban melaporkan peristiwa itu ke Polresta Pekanbaru.
Dari hasil pengembangan penyelidikan, Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan tiga tersangka, masing-masing berinisial DA, AP, dan AS. Ketiganya diduga telah beraksi berulang kali di berbagai lokasi sejak akhir 2025 hingga Januari 2026.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan bahwa komplotan ini tergolong nekat dan meresahkan karena menjalankan aksinya di jalan umum dengan risiko tinggi terhadap keselamatan korban.





















.jpeg)






















