jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sebanyak 3.592 personel kepolisian diterjunkan dalam Operasi Keselamatan Candi 2026 di Jawa Tengah. Operasi ini berlangsung dua pekan ke depan.
Operasi bertajuk Polda Jateng Hadir untuk Masyarakat Patuh Demi Mewujudkan Kamseltibcarlantas ini mengedepankan tindakan preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum secara represif terhadap pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah Kombes Pratama Adhyasastra menyebut penindakan akan difokuskan pada penggunaan teknologi ETLE statis maupun mobile serta pemberian blangko teguran.
"Apel gelar pasukan ini bukan sekadar seremonial, melainkan untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana guna memastikan sinergi antar unsur terkait berjalan maksimal demi keberhasilan operasi," ujar Kombes Pratama seusai Apel Gelar Pasukan di Mapolda Jawa Tengah, Senin (2/1).
Sejumlah sasaran prioritas operasi meliputi pelanggaran kasat mata seperti penggunaan knalpot brong, balap liar, pengendara di bawah umur, melawan arus, hingga penggunaan ponsel saat berkendara.
Meski demikian, Kombes Pratama memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran untuk tetap menjaga etika dalam bertugas.
?
"Saya ingatkan kepada seluruh anggota, berikan pelayanan terbaik. Melayani masyarakat dengan cara-cara yang humanis dan sopan. Hindari ucapan atau tindakan yang menyakiti hati masyarakat, serta jauhi tindakan kontraproduktif yang dapat mencoreng citra Polri," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto menyampaikan bahwa operasi ini merupakan momentum penting untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di wilayah Jawa Tengah.
Dia berharap melalui edukasi yang intensif, kesadaran masyarakat akan meningkat bukan karena takut akan sanksi, melainkan karena butuh akan keselamatan. Terlebih menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
?
"Kami mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk bersama-sama menciptakan situasi kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman. Sinergi antara petugas dan kepatuhan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan operasi ini," kata Kombes Artanto. (ink/jpnn)










































