jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah karangan bunga bernada sindiran dan kritik berjejer di halaman depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kuningan, Jakarta Selatan.
Aksi simbolik yang berlangsung pada Senin pagi tersebut diinisiasi oleh Persatuan Pergerakan Masyarakat OKU (PPM OKU) sebagai bentuk desakan moral agar KPK mengusut tuntas dugaan korupsi fee pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Papan bunga yang dipasang tepat di area depan gedung antirasuah tersebut menarik perhatian para pengguna jalan.
Salah satu karangan bunga bertuliskan, Terima Kasih KPK Telah Menyelamatkan Keponakan Saya Teddy Meilwansyah/Bupati OKU — Bukan Tito Karnavian.
Sementara papan lainnya memuat pesan, “Selamat & Sukses KPK Cepat dan Tepat Tindak Lanjut Persidangan — Rakyat Kecil, Tani, Kaum Marginal”.
Perwakilan PPM OKU, Zikirullah, menjelaskan bahwa pengiriman karangan bunga tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat peduli hukum yang menilai jalannya proses hukum belum menyentuh aktor intelektual utama.
“Ini bentuk keresahan masyarakat OKU. Kami melihat sampai hari ini KPK belum mengungkap aktor intelektual di balik kasus fee pokir DPRD OKU. Publik jangan sampai menilai penegakan hukum hanya menyasar pelaku lapangan, sementara pihak yang diduga menjadi dalang utama belum tersentuh,” ujar Zikirullah di Jakarta.
Menurut Zikirullah, desakan penuntasan kasus ini menguat setelah Pengadilan Negeri Palembang menjatuhkan vonis terhadap dua terdakwa, Parwanto dan Robi Vitergo.








































