Kemlu Diminta Aktif Lakukan Diplomasi Mencegah Eskalasi Perang Global

2 weeks ago 37

Kemlu Diminta Aktif Lakukan Diplomasi Mencegah Eskalasi Perang Global

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. Dokumentasi pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan, secara realistis Indonesia memang tidak dapat mencegah perang dunia sendirian, terlebih konflik berskala global.

Namun demikian, TB Hasanuddin menilai, Indonesia tetap memiliki ruang dan peran strategis untuk melakukan upaya signifikan, khususnya melalui jalur diplomasi dan perdamaian internasional.

Hal ini dia katakan menanggapi pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut kemungkinan terjadinya Perang Dunia ke-3.

“Indonesia memiliki posisi moral dan politik yang kuat sebagai negara nonblok dan pengusung perdamaian dunia. Peran ini harus terus dioptimalkan,” ujar TB Hasanuddin, Selasa (20/1).

Dia mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk mengaktifkan secara maksimal seluruh jajaran diplomatik Indonesia di berbagai forum internasional.

Menurutnya, para diplomat Indonesia, khususnya yang bertugas di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), perlu lebih aktif membangun dan mewarnai suasana kebatinan perdamaian, serta mendorong dialog dan deeskalasi konflik global.

Selain itu, TB Hasanuddin juga menekankan pentingnya peran perwakilan diplomatik Indonesia di berbagai negara untuk melakukan pendekatan serupa, menyesuaikan dengan konteks dan dinamika politik di negara tempat mereka bertugas.

Tidak hanya melalui jalur resmi negara, TB Hasanuddin menilai organisasi masyarakat sipil dan LSM perdamaian juga perlu dihidupkan kembali dan dilibatkan secara aktif. Ia mencontohkan gerakan seperti Gong Perdamaian yang selama ini membawa pesan simbolik dan moral tentang pentingnya persatuan dan perdamaian dunia.

Indonesia tetap memiliki ruang dan peran strategis untuk melakukan upaya signifikan, khususnya melalui jalur diplomasi dan perdamaian internasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |