Kelelawar Membawa Virus Mematikan, Masyarakat Harus Waspada

2 days ago 27

Kelelawar Membawa Virus Mematikan, Masyarakat Harus Waspada

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi virus yang berbahaya bagi manusia.. Foto Ilustrasi/Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap virus nipah meski hingga saat ini belum ada kasus penularannya di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes Murti Utami menjelaskan penyakit virus nipah merupakan penyakit zoonotik yang memiliki inang pada kelelawar buah.

Virus ini dapat menular melalui perantara hewan lain (seperti babi) melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus (misalnya buah atau nira).

"Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus nipah pada manusia di Indonesia, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa," kata Murti dikutip Senin (2/1).

Selain itu, Murti juga memaparkan hasil penelitian di Indonesia yang menunjukkan adanya bukti serologis dan deteksi virus pada inang alami kelelawar buah (Pteropus sp.) yang menandakan potensi sumber penularan di Indonesia.

"Penularan antar manusia juga dilaporkan, terutama melalui kontak erat dengan penderita. Manifestasi klinis bervariasi, mulai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, serta ensefalitis (peradangan) yang dapat berakibat kematian," ujar dia.

Oleh karena itu, Murti mengingatkan kepada dinas kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi untuk terus memantau dan verifikasi tren kasus suspek meningitis/ensefalitis, Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), ISPA, dan pneumonia.

Sebagai langkah kewaspadaan terhadap penyakit yang ditimbulkan akibat virus nipah, Murti juga mengimbau agar masyarakat tidak mengkonsumsi nira atau aren langsung dari pohonnya karena kelelawar dapat mengkontaminasi sadapan aren atau nira pada malam hari.

Kemenkes menjelaskan penyakit virus nipah merupakan penyakit zoonotik yang memiliki inang pada kelelawar buah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |