jabar.jpnn.com, BOGOR - Kebun Raya Bogor bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan sampah terpadu bagi petugas kebersihan dan karyawan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata tersebut.
Bimtek dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 16 dan 23 April 2026, dengan melibatkan puluhan peserta yang terdiri atas petugas kebersihan, pengelola area, dan tim operasional.
Materi yang diberikan mencakup pemilahan sampah organik dan anorganik, pengelolaan limbah taman, penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), hingga penguatan sistem kebersihan kawasan wisata berbasis konservasi.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung target pengurangan sampah nasional serta peningkatan kualitas lingkungan di kawasan publik.
“Petugas kebersihan merupakan garda terdepan dalam menjaga kualitas lingkungan. Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap standar pengelolaan sampah di kawasan publik dan konservasi dapat semakin meningkat,” ujar Zaenal.
Sementara itu, Koordinator Kelompok Kerja Terapan Pusat Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup (PSILH), Yayuk Siswiyanti, menegaskan bahwa pemerintah menargetkan pengelolaan sampah mencapai 100 persen pada tahun 2029, sebagaimana tertuang dalam kebijakan nasional.
Ia menjelaskan bahwa kawasan wisata, termasuk Kebun Raya Bogor, menjadi salah satu sumber timbulan sampah dari aktivitas pengunjung.








































