jpnn.com - MUARA ENIM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lahan semak belukar, rawa gambut, hingga kebun sawit di Dusun 3 Sidomulyo, Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Kamis (17/9) kemarin.
Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sepuluh hektare. Dari luasan tersebut, sekitar delapan hektare merupakan lahan semak belukar dan rawa dengan kondisi tanah gambut, sedangkan dua hektare lainnya merupakan kebun sawit milik warga bernama Kusni.
Kondisi lahan yang sebagian berupa gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra. Petugas gabungan dari Polsek Gelumbang, TNI, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta dukungan perusahaan turun melakukan pemadaman sekitar pukul 10.00 WIB.
Kapolsek Gelumbang Iptu Budianto mengatakan penanganan dilakukan setelah titik panas di wilayah Desa Putak terpantau sehari sebelumnya Rabu (16/9) sekitar pukul 15.00 WIB.
"Begitu diketahui adanya titik api, kami langsung melakukan penanganan bersama unsur terkait. Kondisi lahan yang sebagian berupa semak belukar, rawa dan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara maksimal dan terus dipantau," kata Budianto, Jumat (18/9).
Dalam upaya pemadaman, petugas mengerahkan tiga unit mobil suplai air milik perusahaan. Selain itu, disiapkan satu tandon, satu mesin Alkon, serta selang panjang sekitar 150 meter untuk menjangkau area yang terbakar.
"Petugas juga menggunakan Formula X-FIRE 01 sebagai campuran untuk membantu proses pemadaman. Sebanyak 10 jeriken berisi masing-masing 20 liter atau total 200 liter Formula X-FIRE 01 dicampurkan dengan sekitar 800 liter air di dalam tandon," ujar Budianto.
Campuran tersebut kemudian diaduk hingga merata sebelum disemprotkan menggunakan mesin Alkon ke area kebakaran berukuran sekitar 30 meter x 30 meter.

















































