jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Kebakaran melanda kandang ayam milik KH Nur Khotib di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Selasa (11/8) dini hari. Sebanyak 7.000 ekor ayam mati terbakar dalam peristiwa tersebut. Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung mengerahkan tiga armada untuk menangani kobaran api.
Kasi Operasional dan Pemadaman DPKP Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.00 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar lima menit setelah laporan diterima.
"Lima menit setelah menerima laporan, kami berangkat ke TKK untuk melakukan upaya pemadaman," kata Bambang, Selasa (11/8).
Menurut dia, petugas mengerahkan dua armada pemadam kebakaran dan satu truk tangki suplai air untuk memadamkan api. Saat petugas tiba di lokasi, kobaran api telah membakar seluruh bangunan kandang ayam.
Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar. Petugas membutuhkan waktu hampir tiga jam untuk memastikan api benar-benar padam.
"Api dengan cepat melahap seluruh kandang ayam karena banyak bahan yang mudah terbakar. Proses pemadaman baru selesai sekitar pukul 06.15 WIB," ujarnya.
Bambang mengatakan dari sekitar 8.000 ekor ayam yang berada di dalam kandang, sebanyak 7.000 ekor di antaranya mati terbakar. Selain ayam, kebakaran juga menghanguskan bangunan kandang, pakan ternak, satu unit sepeda motor, blower, serta sejumlah perlengkapan lainnya.







.jpeg)





























