jpnn.com - John Herdman membuat keputusan besar dalam karier kepelatihannya. Di tengah banyaknya tawaran dari negara-negara anggota Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF), pelatih asal Inggris itu justru memilih menerima tantangan melatih Timnas Indonesia.
Keputusan tersebut bukan semata soal sepak bola. Herdman menyebut pilihannya didorong oleh panggilan hati untuk membawa Timnas Indonesia melangkah ke arah yang lebih baik.
PSSI pun menegaskan bahwa Herdman tidak diperkenalkan sekadar sebagai ahli strategi di pinggir lapangan, melainkan sosok manusia dengan perjalanan hidup yang sarat inspirasi.
Keputusan Personal dan Perjalanan Hidup Penuh Perjuangan
Indonesia menjadi babak baru dalam perjalanan batin John Herdman. Kisah hidupnya dikenal sebagai cerita “overachievement” sejati, yakni pencapaian di luar ekspektasi, yang berawal dari kota kecil Consett di timur laut Inggris.
Dia tumbuh di lingkungan keluarga pekerja keras, tempat sang kakek dan ayah menghabiskan hidup mereka di pabrik baja. Latar belakang tersebut membentuk karakter Herdman sejak dini.
Tantangan hidup yang dihadapi sejak kecil menjadi fondasi filosofi kepelatihannya, terutama dalam membangun ketahanan mental, kepercayaan diri, serta rasa persaudaraan di dalam tim.
Perjalanan kepelatihannya dimulai dari titik nol. Herdman sempat mengajar paruh waktu sembari melatih tim-tim usia muda.
Pada 2001, dia mengambil keputusan besar dengan meninggalkan Inggris dan hijrah ke Selandia Baru bersama istrinya, Clare, yang telah mendampinginya sejak usia 16 tahun.















































