jpnn.com, JAKARTA - Di tengah riuk tepuk tangan di Auditorium Cornerstone, Selasa (15/9), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berdiri di atas panggung.
Hari itu adalah laga grand final The Champion Race (TCR) Karakter—sebuah ajang yang mempertemukan 16 murid SD dan SMP terbaik se-Kota Bandung.
Namun, di balik riuhnya acara, Farhan menyimpan sebuah keresahan yang mendalam.
"Skor matematika anak-anak kita memang terus kami kejar supaya makin tinggi. Tapi, jangan sampai kehilangan kesempatan memberikan dasar pendidikan karakter," ujar Farhan seusai membuka acara.
Bagi Farhan, anak-anak hari ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya.
Tanpa benteng karakter yang kokoh, kecerdasan akademik saja dianggap tidak akan cukup.
Keresahan itulah yang memicu lahirnya TCR Karakter—sebuah inovasi kompetisi pendidikan karakter berbasis digital hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bandung bersama Ganesha Operation (GO).
Mengubah Gadget Menjadi Wadah Kebaikan

















































