jpnn.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar menjelang libur Tahun Baru Imlek pada Jumat sore (16/2).
IHSG ditutup melemah 53,08 poin atau 0,64 persen ke posisi 8.212,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,73 poin atau 1,16 persen ke posisi 829,67.
“Selain pasar terbebani tekanan eksternal, namun juga menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek yang berpotensi mendorong tekanan jual yang diwarnai aksi profit taking,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Nico menyebut dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung mengambil posisi defensif seiring menantikan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dalam pertemuan pekan depan, dan mencermati independensi BI pasca pelantikan Deputi Gubernur Baru pada pekan lalu.
Dari kawasan Asia, bursa kawasan Asia bergerak melemah sejalan dengan penurunan bursa Wall Street Amerika Serikat (AS), di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak Artificial Intelligence (AI) pada sektor-sektor tertentu.
“Dari mancanegara, pelaku pasar fokus pada rilis data inflasi AS pada hari ini waktu setempat, yang mana data tersebut akan membentuk ekspektasi untuk langkah kebijakan The Fed selanjutnya,” jelas Nico.
Pelaku pasar memprediksi inflasi AS akan melambat menjadi 2,5 persen dari sebelumnya 2,7 persen dan inflasi inti melambat menjadi 2,5 persen dari 2,6 persen.
Sebelumnya, pelaku pasar mempertimbangkan data pekerjaan Januari 2026 yang lebih kuat dari perkiraan yang dirilis awal pekan ini, menyebabkan pasar memperkirakan penurunan suku bunga pertama pada bulan Juli, bukan Juni 2026.???????









































