jpnn.com, JAKARTA - Data penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (18/5) sore mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 124,08 poin atau 1,85 persen ke posisi 6.599,24.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.570.311 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,99 miliar lembar saham senilai Rp20,71 triliun.
Sebanyak 125 saham naik, 616 saham menurun, dan 79 tidak bergerak nilainya.
IHSG sempat melemah signifikan hingga 320,76 poin atau 4,77 persen ke posisi 6.402,56 pada perdagangan sesi I pukul 11.04 WIB pada hari ini.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit mengingatkan tekanan terhadap mata uang Rupiah telah membebani pergerakan IHSG.
“Dapat dicermati juga dari pergerakan bursa global dan mayoritas bursa Asia yang terkoreksi, ditambah dengan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang masih tertekan dan saat ini berada di level Rp 17.676 per dolar AS turut membebani pergerakan IHSG,” ujar Didit di Jakarta, Senin.
Selain itu, lanjutnya, IHSG juga terbebani seiring adanya pengumuman dari penyedia indeks global yaitu MSCI dan FTSE, yang masih membekukan saham-saham Indonesia, serta mengeluarkan beberapa emiten dari konstituen mereka.
“Di mana hal ini akan menimbulkan outflow (arus dana keluar) yang cukup besar di akhir Mei (2026) nanti,” ujar Didit.





































