jpnn.com, JAKARTA - Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan pendiri sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Kiai Ashari (51), bukanlah kiai yang sungguhan.
Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka seusai ditangkap oleh tim gabungan Polresta Pati dan Polda Jateng atas kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santri di Ponpes Ndholo Kusumo.
"Saya berani menyatakan, apa yang terjadi di Pati dan di Jawa Barat, bukan kiai yang sesungguhnya. Dukun macak kiai, kira-kira gitu. Dukun berkedok kiai," kata Cak Imin dalam pembukaan agenda Temu Nasional Pondok Pesantren di Grand Mercure Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (18/5).
Cak Imin memperingatkan masyarakat tidak mudah percaya dengan pondok pesantren yang mengiming-imingin pendidikan gratis tanpa biaya apapun.
"Kepada masyarakat, jangan mudah percaya dengan istilah mondok gratis, dengan istilah tanpa biaya tapa dilakukan pengecekan," jelasnya.
Sebagai Menteri Koodinator Pemberdayaan Masyarakat, Cak Imin telah berkoordinasi dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk mengatasi masalah kekerasan, baik itu fisik maupun seksual di pesantren.
Menurutnya, permasalahan kasus kekerasan fisik maupun pelecehan seksual yang terjadi di pesantren tidak akan bisa diatasi sendiri tanpa adanya kerja sama dengan masyarakat.
"Kami antisipasi supaya tidak terjadi dukun ngaku kiai, gitu-gitu berat itu. Pencari sumbangan ngaku pesantren itu banyak. Mari bareng-bareng kepada semua pihak, seluruh masyarakat kalau melihat ketidakberesan jangan diam, segera laporkan," ucapnya.








































