jogja.jpnn.com, SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat capaian positif dari uji coba budi daya padi varietas unggul lokal Sembada Merah.
Produktivitas pada lahan percontohan (demonstration plot/demplot) berhasil menyentuh angka 7,1 ton gabah kering panen (GKP) per hektare, melampaui rata-rata hasil panen daerah setempat.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman Liem Astuti mengungkapkan keberhasilan ini diraih melalui program penanaman pada lahan seluas lima hektare milik Kelompok Tani Tani Makmur yang berlokasi di Dusun Kadilobo, Kalurahan Purwobinangun.
"Capaian hasil panen Sembada Merah di kawasan Pakem ini terbukti jauh melampaui rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Sleman yang saat ini berada di angka 6,06 ton per hektare GKP," kata Liem Astuti di Sleman, Rabu (16/9).
Liem mengatakan pengembangan lahan demplot tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sekolah Lapang yang diselenggarakan empat kali pertemuan bagi para petani lokal.
Guna mendukung optimalisasi lahan seluas lima hektare tersebut, pemerintah daerah juga menyalurkan berbagai bantuan pendukung selama program berjalan, yaitu penyaluran benih unggul Sembada Merah 25 kilogram per hektare dan bantuan pupuk organik hingga dua ton per hektare.
Berdasarkan hasil ubinan di lapangan, konversi produktivitas tanaman ke Gabah Kering Panen (GKP) menunjukkan angka yang memuaskan dengan menembus lebih dari 7,1 ton per hektare.
Melihat keberhasilan tersebut, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman menargetkan alokasi total program pengembangan varietas Sembada Merah seluas 25 hektare di berbagai titik strategis pada tahun ini.













































