jpnn.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menegaskan perlindungan anak tak boleh berhenti pada seremoni Hari Anak Nasional.
Pemerintah memastikan pemenuhan hak anak, termasuk anak berkebutuhan khusus yang menjadi bagian penting dalam pembangunan kota.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum, dan HAM Edison mengungkapkan bahwa Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk kembali memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama, mulai dari pendidikan, kesehatan, rasa aman hingga kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
"Anak adalah amanah sekaligus investasi terbesar bangsa. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk hidup bahagia, memperoleh pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang baik, serta tumbuh di lingkungan yang aman dan inklusif," ungkap Edison dalam Rapat puncak peringatan Hari Anak Nasional Kota Palembang ke-42 Tahun 2026 yang digelar di SLB YPAC di Jalan Sukabangun Palembang, Selasa (28/7/2026).
Mengusung tema "Sayangi Anak, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan" HAN tahun ini juga menjadi pengingat bahwa anak harus dilindungi dari berbagai ancaman, mulai dari kekerasan fisik dan verbal, diskriminasi, eksploitasi hingga perundungan atau bullying.
Edison menyebut, sekitar 25 persen penduduk Kota Palembang merupakan kelompok usia anak berdasarkan data Badan Pusat Statistik.
Besarnya jumlah tersebut membuat perlindungan dan peningkatan kualitas anak menjadi investasi penting bagi masa depan daerah.
"Karena itu, kualitas pembangunan daerah di masa depan sangat ditentukan oleh keberhasilan kita dalam menyiapkan generasi muda sejak sekarang," ujar Edison.










































