jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pengembangan pendidikan berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) tidak dapat dipisahkan dari ilmu humaniora.
Menurutnya, langkah pemerintah memberikan afirmasi pada sektor sains dan teknologi sudah berada di jalur yang benar.Kebijakan tersebut dinilai krusial tanpa mengesampingkan peran ilmu-ilmu sosial di perguruan tinggi.
Hal tersebut ditegaskan Fadli Zon ketika menghadiri acara Simposium Nasional Guru Besar (SNGB) Humaniora di Fakultas Ilmu Budaya UI, Kota Depok, Jabar, Selasa.
"Saya kira afirmasi STEM itu juga sudah tepat. Dan banyak ilmu humaniora sekarang ini yang tidak bisa dipisahkan juga dengan STEM," ujarnya
Jadi kata dia pendidikan STEM itu karena afirmasi. Kalau humaniora ibaratnya tidak perlu afirmasi, karena sudah banyak ahli sebenarnya.
Ia mengatakan fakultas-fakultas atau universitas-universitas yang terkait dengan ilmu-ilmu humaniora atau FISIP dan lain-lain juga sudah banyak.
Sehingga lanjut dia tidak memerlukan afirmasi, Memang STEM yang perlu afirmasi seperti Matematika, science, engineering, dan teknologi.
Karena kita dibandingkan dengan negara-negara lain kita tertinggal, sehingga perlu dorongan untuk ahli-ahli roket, ahli rudal, ahli matematika, fisika kuantum dan lainnya, karena kita harus mengejar itu.










.jpeg)





























