jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami lima kali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 400 meter hingga 1.000 meter di atas puncak pada Rabu pagi (11/2).
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.28 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto mengatakan, letusan tertinggi terjadi pada pukul 05.36 WIB dengan tinggi kolom mencapai 1.000 meter di atas puncak.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," kata Liswanto dalam laporan tertulis.
Erupsi kelima tercatat terjadi pada pukul 08.06 WIB, namun secara visual letusan tidak teramati. Aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.
Liswanto menjelaskan, saat ini Gunung Semeru berada pada status Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.







































