jpnn.com, JAKARTA - Belum juga menyapa penonton domestik, film terbaru Joko Anwar, Ghost in the Cell sudah mencatatkan pencapaian masif di pasar internasional.
Hak siar film produksi Come and See Pictures ini resmi dipinang oleh distributor dari 86 negara menyusul kesuksesannya di Berlinale 2026.
Langkah ini mempertegas posisi film tersebut sebagai komoditas global, terutama setelah sebelumnya distributor asal Jerman, Plaion Pictures mengamankan hak tayang untuk wilayah berbahasa Jerman.
Sebagai informasi, Plaion merupakan distributor di balik film-film penenang Oscar dan Cannes seperti Anatomy of a Fall dan Parasite.
Meski dibalut dalam genre komedi horor, Joko Anwar menegaskan bahwa saya tarik utama yang membuat puluhan negara terpikat adalah relevansi ceritanya.
Film ini menyoroti realita sistem korup dan perjuangan rakyat kecil yang terjebak di dalamnya.
"Awalnya kami tidak mengira penonton luar negeri bisa merasa relevan, tetapi ternyata ketidakadilan adalah bahasa universal," ujar Joko, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, ketertarikan 86 negara tersebut bukan sekdara karena ini film. Indonesia, melainkan karena kualitas produksinya memenuhi standar global dan isi diangkat terjadi di mana-mana mulai dari Brasil hingga Prancis.











































