jpnn.com - PBSI menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang menerapkan format baru turnamen, termasuk pada ajang Indonesia Open.
Perubahan ini akan membuat Indonesia Open digelar dengan durasi lebih panjang.
Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto menilai kebijakan tersebut sejalan dengan visi global BWF dalam mengembangkan kualitas dan daya saing turnamen bulu tangkis.
"Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang," ucap Bambang.
Meski menuntut kesiapan ekstra, PBSI melihat format baru ini sebagai langkah strategis jangka panjang.
Indonesia Open diharapkan tetap mempertahankan reputasinya sebagai salah satu turnamen paling bergengsi di kalender BWF.
"Namun, PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF."
Dari sisi teknis pertandingan, Bambang menyebut format baru memberi keuntungan bagi atlet.










































