jpnn.com - Harga emas global dalam beberapa hari terakhir mengalami koreksi jangka pendek setelah reli kuat sebelumnya. Namun, koreksi itu dinilai tidak mengubah pandangan struktural terhadap logam mulia tersebut yang masih diproyeksikan berada pada level tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam laporan terbarunya, Goldman Sachs menegaskan bahwa penurunan jangka pendek emas bersifat teknikal dan volatilitas jangka pendek, sementara faktor utama pendukung harga emas tetap utuh.
Permintaan dari bank sentral, lindung nilai terhadap risiko kebijakan global, serta minat investor institusional dinilai bersifat “sticky” dan tidak mudah berbalik arah.
Di tengah kondisi tersebut, PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) justru berada pada posisi yang makin menarik.
"Harga saham EMAS saat ini masih mencerminkan asumsi konservatif, sementara realisasi harga emas global berada jauh di atas asumsi tersebut," kata GM Corporate Communication Merdeka Copper Gold Tom Malik dalam keterangannya, Senin (2/2).
Dia menyebutkan beberapa poin utama yang mendukung EMAS, sebagai berikut:
1. Koreksi emas bersifat jangka pendek, sementara outlook jangka menengah–panjang tetap positif.
2. EMAS akan segera memasuki fase produksi, dengan Proyek Emas Pani diproyeksikan menghasilkan lebih dari 90.000 ounce emas per tahun pada tahap awal.













































