jpnn.com, JAKARTA - Dorongan publik agar Jusuf Kalla (JK) mengikuti jejak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk benar-benar pensiun dari panggung politik nampaknya sulit terwujud.
Jika SBY kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan hobi melukis dan membina klub voli dalam "kesunyian", JK justru dinilai memiliki karakter yang jauh berbeda.
Peneliti senior Citra Institute, Efriza, menyebut JK adalah tipikal pengusaha dan politikus yang merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal arah bangsa.
"Rasanya sulit bagi JK untuk bersikap seperti Pak SBY. JK itu pengusaha, dia tidak memiliki hobi yang mencari kesenangan dalam kesunyian. Dia terbiasa tampil lugas dan aktif," ujar Efriza dalam keterangannya, Senin (20/4).
Efriza menjelaskan, JK hingga saat ini masih memiliki peran besar di Partai Golkar. Mantan Ketua Umum Golkar itu juga masih dipercaya oleh banyak elite sebagai penghubung antara kepentingan masyarakat dengan pemerintah.
Pengalaman dua periode sebagai wakil presiden menjadikan JK sosok yang sangat diperhitungkan. Menurut Efriza, baik elite, rakyat, maupun pemerintah sendiri sebenarnya masih membutuhkan suara JK.
"JK itu hanya mengendur saja, bukan menghilang dari keramaian. Dia masih melihat dirinya sebagai bagian dari elite yang berpengaruh dalam perpolitikan saat ini dan beberapa tahun ke depan. Wajar jika dia tetap bersuara lantang," lanjutnya.
Lebih lanjut, Efriza menilai kehadiran JK sangat krusial di masa pemerintahan Prabowo Subianto. JK bisa menjadi sosok yang memberikan peringatan keras jika muncul pola pelaporan Asal Bapak Senang (ABS) di lingkaran kekuasaan.








































