Dubes Kuba ke Megawati: Tekanan AS Picu Krisis Ekonomi Terburuk

6 days ago 44

 Tekanan AS Picu Krisis Ekonomi Terburuk

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau, bertemu dengan Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri, di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5). Foto: Monang Sinaga

jpnn.com, JAKARTA - Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau, memaparkan kondisi kesulitan kehidupan perekonomian akibat tekanan Amerika Serikat yang berniat menguasai Kuba, serta menyampaikan pentingnya kerja sama Pemerintah Kuba dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal ini disampaikan Dubes Kuba saat berdialog dengan Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri, di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5).

Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, dan Direktur Hubungan Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan. Dalam pertemuan itu, Hasto menjelaskan, selain kerja sama dengan BRIN di bidang kesehatan, khususnya mengembangkan obat kanker, vaksin halal, serta obat-obatan, juga mendorong terwujudnya kerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Mereka juga berharap bisa bekerja sama dengan beberapa rumah sakit seperti RS Harapan Kita dan RS Pusat Otak Nasional (RS PON).

"Kepada Dubes Kuba, Ibu Megawati mengatakan kesehatan penting sekali untuk rakyat sehingga ketika saat menjabat presiden berinisiatif membangun RS PON," kata Hasto.

Saat pertemuan, Megawati juga sempat menyinggung kunjungannya ke Kuba pada tahun 2011. Hasto menambahkan, "Ibu Mega bernostalgia ketika berkunjung ke Kuba melihat secara langsung pabrik cerutu. Ternyata ada insentif bagi pekerja yang bisa mencapai target, kemudian ketika ada produksi lebih dari target maka kelebihan itu menjadi hak pekerja tersebut."

Dubes Grau juga menjelaskan Kuba memiliki program khusus pemberantasan buta huruf, teknologi terapan hingga spesialis. Program pemberantasan buta huruf sangat efektif dan sudah diterapkan di 30 negara serta menjangkau 10 juta orang. Selain itu, saat pertemuan, Dubes Kuba memaparkan kesulitan kehidupan perekonomian akibat tekanan Amerika Serikat yang berniat menguasai Kuba. Banyak analis menggambarkannya sebagai krisis ekonomi terburuk di negara itu sejak Periode Khusus tahun 1990-an setelah runtuhnya Uni Soviet. Dubes Kuba juga menyinggung krisis energi dan listrik yang parah, dengan dampaknya ke sektor pariwisata yang menjadi andalan perekonomian Kuba.

Langkah-langkah tambahan AS yang membatasi ruang gerak pengiriman bahan bakar dan jalur pelayaran meningkatkan tekanan pada perekonomian Kuba. Atas berbagai persoalan tersebut, Megawati mengungkapkan pentingnya solidaritas antarbangsa merdeka dan berdaulat, termasuk berjuang melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Kuba menyerahkan buket bunga mawar, parfum oles yang bahannya dari bunga Mariposa Putih yang merupakan bunga nasional Kuba, serta cerutu Kuba. Ahmad Basarah mengatakan, “Setelah menerima parfum, Ibu Mega spontan menjelaskan bahwa Beliau juga telah memiliki bunga Mariposa Putih yang ditanam di kebunnya di Bali.”

Ditambahkan Basarah, Megawati menyerahkan miniatur Candi Borobudur dan satu set cangkir tradisional sebagai cendera mata. Dubes Kuba pun mengutarakan ketertarikannya dengan lukisan Megawati kecil yang sedang dipangku ayahandanya, Soekarno. Lantas, Megawati pun menerangkan soal lukisan tersebut. (tan/jpnn)


Dubes Kuba jajaki kerja sama vaksin halal dan obat kanker dengan BRIN temui Megawati.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |