jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya merespons dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam Suroboyo Bus dengan meminta penumpang segera melapor kepada petugas jika mengalami atau melihat tindakan mencurigakan.
Pelaksana Tugas Kepala Dishub Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo menjelaskan bahwa laporan langsung di dalam bus sangat penting agar petugas bisa segera mengambil tindakan. Menurutnya, setiap armada Suroboyo Bus telah dilengkapi helper yang bertugas membantu keamanan dan kenyamanan penumpang.
“Jika terjadi kejadian di dalam unit, silakan langsung lapor ke helper. Kami siap menindaklanjuti dan sudah sering menangani kasus serupa,” ujar Trio, Kamis (8/1).
Imbauan tersebut disampaikan menyusul dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang pelajar SMP oleh seorang pria di Suroboyo Bus, Rabu sore (7/1).
Berdasarkan penelusuran Dishub, terduga pelaku diketahui naik dari Terminal Intermoda Joyoboyo sekitar pukul 16.03 WIB dan turun di kawasan Jalan Urip Sumoharjo sekitar pukul 16.31 WIB. Rekaman CCTV di dalam bus belum dapat menunjukkan secara jelas dugaan tindakan pelecehan tersebut.
Dalam video yang terekam, korban dan terduga pelaku sama-sama terlihat berdiri, tanpa visual yang memperlihatkan secara detail perbuatan yang dilaporkan. Meski begitu, Dishub menegaskan langkah pencegahan tetap menjadi prioritas.
Trio mengimbau penumpang perempuan untuk memanfaatkan kursi khusus perempuan yang telah disediakan.
"Kalau kursi tersebut penuh, penumpang disarankan berdiri di area depan bus atau dekat kursi, bukan di bagian belakang yang lebih padat," katanya.












































