jpnn.com, JAKARTA - Aktor Dimas Aditya mengungkap cerita menarik di balik keterlibatannya dalam film Beautiful Pain.
Dia mengaku senang mendapat kesempatan menjadi bagian dari film layar lebar perdana Dmaz Brodjonegoro sebagai sutradara.
Sebab, keduanya ternyata sudah saling mengenal sejak masih duduk di bangku kuliah. Oleh karena itu, ketika Dmaz akhirnya menggarap film panjang, Dimas Aditya merasa proyek ini seperti membawa kembali ke masa awal perkenalan.
“Awalnya aku masuk ke proyek ini karena aku dan Dmaz sebenarnya sudah kenal lama sejak zaman kuliah,” kata Dimas Aditya saat konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).
Menurut aktor kelahiran Jakarta, 7 September 1984 tersebut, ada sesuatu yang menarik ketika seorang teman yang dahulu dikenalnya melalui tugas-tugas film di kampus kini mengerjakan proyek layar lebar.
“Jadi agak menarik juga ketika tiba-tiba dia mengerjakan film pertamanya dan aku menjadi bagian dari film pertamanya. Itu menjadi sesuatu yang unik dan semoga bisa menjadi kesan yang spesial juga buat Dmaz,” ujar Dimas Aditya.
Bagi pemeran Gary itu, keterlibatannya dalam Beautiful Pain bukan hanya tentang menjadi bagian dari proyek garapan seorang sutradara.
Kesempatan tersebut sekaligus menjadi momen untuk mengingat kembali awal pertemanannya dengan Dmaz.

















































