jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Lokot Nasution, mendorong penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di setiap depo bus dan truk sebagai upaya memperkuat keselamatan lalu lintas di jalan raya.
Usulan tersebut disampaikan menyusul kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki minyak di Sumatera Selatan yang menewaskan 16 orang.
Menurut Lokot, setiap depo angkutan penumpang maupun barang perlu memiliki sistem yang memastikan kendaraan, pengemudi, dan teknisi berada dalam kondisi layak dan aman untuk beroperasi.
“Untuk memperkuat keselamatan lalu lintas, setiap depo bus angkutan penumpang maupun barang harus menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3),” kata Lokot, dalam keterangannya, Sabtu (9/5).
Dia menjelaskan, SMK3 disusun oleh ahli K3 umum yang tersertifikasi dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan standar keselamatan diterapkan secara konsisten.
Menurut Lokot, penerapan sistem tersebut akan membangun budaya kerja yang sehat dan disiplin, termasuk kewajiban penggunaan alat pelindung diri bagi teknisi di bengkel.
“Ini asal-muasal sebenarnya untuk menghadirkan kendaraan-kendaraan yang layak dan orang-orang yang sehat dalam berkendara,” ujarnya.
Lokot menambahkan, dalam sistem SMK3 setiap pengemudi dan teknisi juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara periodik, misalnya setiap enam bulan sekali.










































