jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meluncurkan lima jilid pertama buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di kantornya, Minggu (31/8).
Buku tersebut merupakan bagian dari proyek penulisan sejarah nasional yang melibatkan 123 pakar dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi.
Mereka berasal dari berbagai bidang, mulai dari sejarah, arkeologi, filologi, epigrafi, genetika hingga paleoantropologi.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan penerbitan buku tersebut ditujukan untuk menghadirkan pembaruan dalam penulisan sejarah nasional.
"Sejarah tidak semestinya hanya dipahami sebagai kumpulan tanggal, nama, dan tokoh, tetapi juga dapat digunakan untuk mengasah daya kritis serta membaca persoalan masa kini," ujarnya.
Buku tersebut, kata dia, menggunakan perspektif Indonesia-sentris, yakni melihat perjalanan sejarah dari sudut pandang Indonesia sebagai bangsa yang telah merdeka.
Penyusunannya juga memasukkan berbagai penelitian mutakhir dari disertasi, tesis, artikel jurnal, serta kajian lintas disiplin.
Pendekatan itu antara lain mencakup sejarah lingkungan, gender, memori kolektif, hingga studi poskolonial.








































